Tentang Asrama
Asrama Putera Sint Jan Probolinggo merupakan lingkungan tempat tinggal bagi siswa putra yang dirancang untuk mendukung perkembangan pribadi, akademik, dan karakter peserta didik. Asrama ini menghadirkan suasana yang aman, nyaman, tertib, dan kondusif sehingga siswa dapat belajar, beristirahat, berdoa, serta menjalani kegiatan harian dengan lebih terarah.
Sejarah dan Latar Belakang
Kongregasi Suster Santa Perawan Maria dalam melaksanakan karya pelayanan di bidang pendidikan, berkomitmen untuk setia pada pencerdasan kehidupan bangsa, juga menekankan pendampingan generasi muda agar menjadi pribadi utuh. Karena itu perlu diusahakan agar pendidikan di sekolah dapat dilanjutkan di rumah atau di asrama/panti. Pada tanggal 1 Agustus 1940, awal mula didirikan PA/asrama putra tingkat TK dan SD. Asrama tersebut diberi nama P.A. Sint Jan. Santo Yohanes rasul dipilih sebagi santi pelindung bagi panti ini. Dan panti ini beralamatkan di Heerenstraat yang sekarang disebut Jl suroyo no 38 Probolinggo. Pada waktu itu yang menjadi pimpinan panti adalah Sr Gijsberdina. Setelah Sr Gijsberdina kemudian digantikan oleh Sr Vincentia. Setelah itu Sr margarita Jonkman menggantikan sr Vincentia sebagai pimpinan panti dan Sr Emiliana sebagai wakil pimpinan dari tahun 1990. Kemudian pada tahun 1994 Sr Margarita Jonkman kembali ke Nederland untuk menjalani liburan. Selama liburan Sr Margarita merasakan bahwa kesehatannya menurun, maka dengan berbagai pertimbangan akhirnya Sr Margaritha memutuskan untuk tidak kembali ke Indonesia. Sejak itu samapai dengan tahun 2000 pimpinan panti di percayakan lepada Sr Emiliana. Kemudian tahun 2000-2001 pimpinan panti dipegang oleh Sr Celinda, kemudian tahun 2001-2003 Sr Celinda digantikan oleh Sr Ellis bersama Sr Xavera sebagai wakil panti. Pada tahun 2003-2008 Sr Ellis digantikan oleh Sr Xavera. Pada saat Sr Xavera sebagai pimpinan Sr Xavera bersama Sr Isabella dan mullai tahun 2006-2011bersama Sr Raymunda sebagi wakil panti. Karena Sr Xavera mengikuti kader training di Philipina maka Sr Frida diutus untuk menggantikan Sr Xavera mulai juli 2008-2012. Namun pada saat itu karena Sr Frida masih mengikuti kursus di Roncalli Salatiga maka, mulai akhir bulan januari 2009 sampai penerimaan siswa baru di Tahun ajaran 2009-2010 (bulan juli 2009) Sr Raymunda mendapat tugas sebagai Plt (Pelaksana tugas) di panti Sint Jan hingga selesainya kursus yang diikuti oleh Sr Frida di bulan Juli 2009. Selanjutnya dari tahun 2012-2014 pimpinan panti dipercayakan kepad Sr Emiliana dan dilanjutkan tahun 2014-2015 oleh Sr Silvestra. Setelah Sr Silvestra pada tahun 2015-2016 Sr Yose menggantikan Sr Silvestra sebagai pimpinan. Tahun 2016-2018 Sr Yose digantikan oleh Sr Emiliana. Pada tahun 2018 Sr Emiliana digantikan oleh Sr Raymunda. Sr Raymunda bertugas hingga tahun 2020. Tahun 2020 sampai sekarang tahun 2026, Sr. M.Xavera, SPM masih memimpin Asrama Pura Sint Jan. Dari awal berdirinya panti Sint Jan anak-anak yang tinggal di panti selalu penuh, bahkan sekitar tahun 1990 jumlah anak yang tinggal di panti mencapai 140 anak, mulai dari TK–SMA. Mereka berasal dari berbagai macam suku dan golongan. Dari awal mula berdirinya panti ini hanya melayani anak-anak TK dan SD. Melihat situasi dan perkembangan zaman serta kebutuhan anank-anak yang harus mendapatkan pendampingan maka kira-kira tahun 1987 mulai menerima beberpa anak SD yang mau melanjutkan ke SMP dan tetap tinggal di panti. Dalam pelayanan, LKSA Sint Jan tidak pernah membedakan suku, ras, agama, golongan, dan ststus ekonomi. Situasi seperti ini masih terus berlanjut sampai sekarang. Disemangati dengan visi misi LKSA Putra Sint Jan sampai saat ini masih terus memberikan pelayanan dan pendampingan kepada anak-anak yang membutuhkan.
Tujuan
Asrama Putera Sint Jan Probolinggo didirikan sebagai tempat tinggal dan lingkungan pembinaan bagi siswa putra agar mereka dapat menjalani pendidikan dengan lebih terarah, tertib, dan nyaman. Asrama ini bertujuan untuk membantu siswa membentuk kebiasaan hidup yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki semangat belajar yang tinggi. Selain mendukung kebutuhan tempat tinggal, asrama juga menjadi sarana pembentukan karakter dan kepribadian siswa. Melalui kegiatan harian yang terstruktur, pendampingan, doa, belajar bersama, serta kehidupan dalam kebersamaan, siswa dilatih untuk mampu mengatur waktu, menghargai sesama, menaati tata tertib, dan mengembangkan sikap peduli. Dengan adanya Asrama Putera Sint Jan Probolinggo, diharapkan siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi masa depan dengan bekal kedisiplinan, kemandirian, serta nilai-nilai kehidupan yang baik.
Visi
Asrama/LKSA Putra Sint Jan Probolinggo Unggul Kasih Bermartabat
Misi
- Meningkatkan perwujudan pribadi utuh yang unggul, kasih, bermartabat
- Meningkatkan profesionalitas SDM yang transformatif, magis, dan misioner
- Meningkatkan kolaborasi yang inklusif, dialogis, dan reflektif
- Mewujudkan inovasi tata kelola yang kredibel, akuntabel, dan mandiri
- Membudayakan sikap pro-life yang memartabatkan, berbelas kasih, rekonsiliatif
Nilai yang Kami Tanamkan
Iman dan Spiritualitas
Menumbuhkan kehidupan rohani siswa melalui doa, pembinaan iman, dan kebiasaan hidup yang dekat dengan Tuhan.
Kedisiplinan
Membentuk siswa agar mampu menaati aturan, menghargai waktu, dan menjalani kegiatan harian secara tertib dan bertanggung jawab.
Kemandirian
Melatih siswa untuk mampu mengurus diri sendiri, mengambil keputusan yang baik, serta bertanggung jawab atas tugas dan kewajibannya.
Tanggung Jawab
Mendorong siswa untuk memiliki kesadaran dalam menjalankan kewajiban, menjaga kepercayaan, dan bertindak dengan sikap yang baik.
Kebersamaan
Membangun suasana kekeluargaan, saling menghargai, peduli terhadap sesama, dan mampu hidup harmonis dalam komunitas asrama.
Prestasi
Mendukung siswa untuk memiliki semangat belajar, mengembangkan potensi diri, dan mencapai hasil terbaik dalam pendidikan maupun kehidupan sehari-hari.
SR. Xavera. Spm
Pengurus Asrama Putera Sint Jan Probolinggo berperan sebagai pendamping, pembina, dan pengarah dalam kehidupan sehari-hari siswa di asrama. Pengurus bertanggung jawab menciptakan lingkungan yang aman, tertib, nyaman, serta kondusif bagi perkembangan karakter, kedisiplinan, kemandirian, dan prestasi siswa. Dengan pendampingan yang penuh perhatian, pengurus membantu siswa menjalani kegiatan harian secara teratur, mulai dari doa, belajar, istirahat, hingga aktivitas kebersamaan. Pengurus juga menjadi teladan dalam menanamkan nilai iman, tanggung jawab, kepedulian, dan kebersamaan, sehingga siswa dapat bertumbuh menjadi pribadi yang lebih matang, mandiri, dan berkarakter.